Sejarah Singkat

SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TAPANULI UTARA

1.    MASA HINDIA BELANDA DAN JEPANG

Pada masa Hindia Belanda, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk Kabupaten Dairi dan Toba Simosir yang sekarang termasuk dalam keresidenan Tapanuli yang dipimmpin seorang Residen Bangsa Belanda yang berkedudukan di Sibolga. Keresidenan Tapanuli yang dulu disebut Resedintie Tapanuli terdiri dari 4 Afdeling (Kanupaten) yaitu Afdeling Batak Landen, Afdeling Padang Sidempuan, Afdeling (Kabupaten) yaitu Afdeling Batak Landen, Afdeling Padang Sidempuan, Afdeling Sibolga dan Afdeling Nias. Afdeling. Afdeleling Batak Landen dipimpin seorang Asisten Residen yang ibukotanya Tarutung yang terbagi 5 Onder Afdeling (Wilayah) yaitu :

  1. Onder Afdeling Silindung (Wilayah Silindung) ibukotanya Tarutung
  2. Onder Afdeling Hoovlakte Van Toba (Wilayah Humbang) ibukotanya Siborong-borong
  3. Onder Afdeling Toba (Wilayah Toba) ibukotanya Balige
  4. Onder Afdeling Samosir (Wilayah Samosir) ibukotanya Pangururan
  5. Onder Afdeling Dairi Landen (Kabupaten Dairi sekarang) ibukotanya Sidikalang

Tiap-tiap Onder Afdeling mempunyai satu Distrik (Kewedanaan) dipimpin oleh Distrikchoolfd bangsa Indonesia yang disebut Demang dan membawahi beberapa Onder Distrikan (Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Asisten Demang.

Menjelang Perang Dunia II, distrik-distrik di seluruh keresidenan Tapanuli dihapuskan dan beberapa Demang yang mengepalai distrik-distrik sebelumnya diperbantukan ke kantor Controleur masing-masing dan disebut namanya Demang Terbeschingking. Dengan penghapusan ini para Asisten Demang yang ada di kantor Demang itu ditetapkan menjadi Asisten Demang di Onder Distrik bersangkutan.

Kemudian Tiap Onder Distrik membawahi beberapa negeri yang dipimpin oleh seorang kepala Negri yang disebut Negeri Hoofd. Pada waktu berikutnya diubah dan dilaksanakan pemilihan, tetapi tetap memperhatikan asal usulnya.

Negeri-negeri ini terdiri dari beberapa kampong, yang dipimpin seorang kepala yang disebut Kampung Hoofd dan juga diangkat serupa dengan pengangkatan Negeri Hoofd. Negeri dan Kampung statusnya bukan pegawai negeri, tetapi pejabat-pejabat yang berdiri sendiri di negeri/kampungnya. Mereka tidak menerima gaji dari pemerintah tetapi dari upah pungut dan pajak khusus Negeri Hoofd menerima tiap-tiap tahun yang di sebut Yoarlykse Begroting.

Tugas utama Negeri dan Kampung Hoofd ialah memelihara keamanan dan katertiban memungut pajak/blasting/rodi dari penduduk Negeri/Kampung masing-masing. Blasting/rodi ditetapkan tiap-tiap tahun oleh Kontraleur sesudah panen padi.

Pada waktu pendudukan tentara Jepang Tahun 1942-1945 stuktur pemerintahan di Tapanuli Utara Hampir tidak berubah, hanya namanya yang berubah seperti :

  1. Asisten Residen diganti dengan nama Gunseibu dan menguasai seluruh tanah batak dan disebut Tanah Batak Sityotyo
  2. Demang-demang Tarbeschiking menjadi Guntyome memipin masing-masing wilayah yang disebut Gunyakusyo
  3. Asisten Demang tetap berada si posnya masing-masing dengan nama Huku Gunyakusyo
  4. Negeri dan Kampung Hoofd tetap meimpin Negri/Kampungnya masing-masing dengan mengubah namanya menjadi Kepala Negeri dan Kepala Kampung
<< Selanjutnya >>
Polling
Bagaimana menurut Anda Tingkat Pendidikan di Tapanuli Utara ?
View Results
Calender
September 2010
M T W T F S S
« Oct «-»  
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930